Fakta Tentang Baju Koko Adat Betawi


Baju koko atau saat ini lebih banyak disebut dengan baju takwa merupakan baju yang merupakan bagian baju koko adat betawi. Karena jika kita melihat sejarah dari busana takwa yang satu ini pakaian ini pertama kali muncul sebagai salah satu bentuk adopsi masyarakat betawi terhadap cara berpakaian masyarakat tionghoa. Meskipun pendapat ini masih banyak ditentang oleh beberapa pihak namun fakta tentang busana koko yang merupakan bentuk adopsi busana laki-laki tionghoa masih dipercayai sampai saat ini.

 

Pakaian yang mulai banyak dikenakan pada masa orde baru atau tepatnya saat mulai diperlakukannya peraturan yang cukup melonggarkan bagi umat islam pada masa itu. Pakaian koko dianggap sebagai salah satu identitas seorang muslim. Dan ada banyak model pakaian koko yang sejak saat itu dikembangkan hingga saat ini mungkin ada ratusan hingga ribuan model pakaian koko yang dikembangkan. Dan berikut ini adalah beberapa fakta baju koko adat betawi yang harus kalian ketahui:

1.      Merupakan awal berkembangnya pakaian koko. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa pakaian koko merupakan pakaian yang di adopsi oleh masyarakat betawi terhadap busana pakaian laki-laki tionghoa. Sehingga busana koko adat betawi merupakan awal model pakaian koko.

2.      Merupakan pakaian yang selalu digunakan oleh para laki-laki dari betawi. Pakaian koko adalah pakaian yang paling banyak digunakan bahkan hampir setiap hari digunakan oleh para laki-laki dari betawi. Karena pakaian koko dianggap mampu menggambarkan kepribadian masyarakat betawi khususnya yang laki-laki.

3.      Lambang religiusitas laki-laki betawi. Pakaian koko adalah pakaian yang bukan hanya sekedar pakaian tetapi juga merupakan makna dan lambang religiusitas dari para laki-laki betawi. Sehingga ada banyak makna dari pakaian koko bagi masyarakat betawi khususnya kaum laki-laki.

 

Dengan kata lain baju koko adat betawi tidak hanya sekedar pakaian bagi laki-laki dari masyarakat betawi tetapi lebih dari itu pakaian koko adat betawi merupakan salah satu lambang religiusitas masyarakat betawi khususnya laki-laki dan menjadi pakaian laki-laki betawi.