Ulasan Ringkas Film di Gudang Movie Yowis Ben


Ulasan Ringkas Film di Gudang Movie Yowis Ben ini adalah film pertama yang ditulis, diputar, dan disutradarai oleh Bayu Skak (seorang Youtuber terkenal dari Malang, Indonesia). Ia menempatkan bahasa Jawa sebagai bahasa utama dalam film ini seperti semua videonya di Youtube, yang bagus untuk keragaman dan melestarikan budaya lokal Malang. Sebelum saya menonton film ini, saya khawatir film ini akan meniru film thailand "Suckseed" (berdasarkan cuplikan), tapi itu tidak 100% benar.

Dalam cerita di Gudang Movie Yowis Ben ini, satu-satunya hal yang sama adalah Bayu dan teman-temannya ingin menunjukkan eksistensi mereka melalui musik, itu saja. Komedi itu bagus, terutama di awal film. Namun setelah itu, sayangnya ada banyak hit and miss dengan garis komedi. Tentang ceritanya, film ini memiliki potensi yang bagus, tetapi tidak dieksekusi dengan cukup baik.


Setidaknya ada dua adegan yang saya tidak ' memahami alasan di balik sebab dan akibat sebagai kemajuan cerita, Itu tidak masuk akal. Saya pikir ada banyak lubang plot di film ini yang menyebabkan itu, atau adegan yang dihapus mungkin, saya tidak tahu. Tentang akting, Joshua melakukan pekerjaan yang sangat hebat di sini. Untuk menonton film ini Anda cukup mengunjungi gudang movie ini!

Bisa dibilang dalam film ini bertemakan kehidupan anak SMA jadi makin memikat dengan tema perjuangan anak band. Jadi tidak biasa karena adanya lagu-lagu gaul yang menggunkan bahasa Jawa. Ada empat lagu soundtrack yang mengisi film ini. Bahkan, bukan sekadar gimmick saja, kualitas dari ngeband Bayu Skak, Joshua Suherman, Tutus Thompson, dan Brandon Salim ini layaknya seperti band-band indie yang sudah punya warna sendiri.

Beberapa adegan menampilkan empat cowok yang sedang ngeband di panggung. Kualitas musiknya yang disuguhkan ini benar-benar jernih dan bagus. Anda akan merasa sedang menonton konser band terkenal yang dilengkapi dengan sound system berkualitas bagus. Tetapi, semua itu tidak bisa lepas dari peranan seorang  Andhika Triyadi yang berperan sebagai penata musik, dadn juga Khikmawan Santosa dan Syamsurrijal sebagai penata suara, serta Hasanudin Bugo sebagai perekam suaranya.