Perubahan Akta Pendirian PT BRI Tahun 1968 Dan Syarat Untuk Mendirikan PT



Apabila menilik pendirian PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI, pada awalnya akta pendirian PT BRI menggunakan yang lama serta mengacu kepada UU tentang BRI yaitu Undang-Undang no 21 tahun 1968 dan akhirnya diperbaharui agar sesuai dengan Undang-Undang terbaru yaitu Undang-Undang no 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dahulu PT BRI belum berbentuk PT, namun tahun 1992 diubah menjadi PT atau Perseroan Terbatas dengan menngacu kepada Peraturan Pemerintah no 21 tahun 1992. Lalu di tahun 1998 anggaran dasar PT BRI harus diubah untuk menyesuaikan dengan UU no 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan ini sudah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan tahun 1998 dan sudah diumumkan dalam BNRI (Berita Negara Republik Indonesia), Tambahan tahun 1999 dan juga akta tahun 2003.


Apabila anda sudah memiliki perusahaan sejak lama seperti PT BRI, maka anda juga harus memperbaharui akta dan juga anggaran dasar perusahaan agar sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Untuk saat ini UUPT yang terbaru adalah Undang-Undang no 40 tahun 2007. Apabila kedepannya keluar UUPT yang terbaru, maka perusahaan anda harus memperbaharui akta dan anggaran dasarnya.

Namun jika anda baru akan mendirikan sebuah perusahaan atau PT, anda perlu mengacu pada UUPT terbaru yang ada. Sejak kebijakan baru yang dikeluarkan tahun 2016, pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya dan mendirikan PT akan dipermudah oleh pemerintah. Namun tentu saja anda tetap harus melengkapi syarat-syarat yang ada.


Berikut adalah hal-hal yang harus anda persiapkan jika ingin membuat sebuah PT.

1.    Modal

Berdasarkan UU no 40 tahun 2007, modal dasar minimal yang harus dimiliki adalah Rp 50.000.000 dimana 25% nya digunakan sebagai modal yang disetor.

2.    Tentukan domisili perusahaan

Hal ini dibutuhkan untuk membuat SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan). SKDP nantinya akan dibutuhkan untuk membuat TDP, NPWP, SIUP dan ijin usaha lainnya.

3.    Tentukan bidang usaha yang dikerjakan

Bidang usaha yang dipilih akan dimuat dalam TDP dan SIUP.